» buruh perempuan

wave
Ngobras #31: Kenaikan Upah dan Kesejahteraan Buruh Ibu yang Terabaikan

Baru-baru ini Kemenaker mengumumkan bahwa upah buruh sudah terlalu banyak, sehingga kenaikan upah menjadi dibatasi. Aturan mengenai kenaikan upah yang ...

Ngobras #30: Kerja Belum Layak Bagi Buruh Perempuan Sawit

Sektor industri perkebunan sawit terbentang di berbagai pulau di Indonesia dengan luas yang tidak sedikit. Untuk mengurusnya tentunya diperlukan jumlah ...

Ngobras #13: Yang Bertahan Selama Pandemi

Ngobras episode ke tiga belas mengangkat tema mengenai “Yang Bertahan Selama Pandemi.” Episode ini akan dipandu oleh Vivi Widyawati dari ...

Ngobras #3: THR Dicicil Kerja Tidak Dicicil

Episode kali ini mengajak anda untuk mendengarkan bagaimana THR pekerja banyak sekali dicicil namun disisi lain beban kerja mereka tidak ...

Ngobras #2: Yang Di PHK saat Krisis Covid-19

Episode kedua Ngobras membahas mengenai “Yang di PHK saat Krisis Covid-19” bersama Imey Lubis, buruh di sebuah perusahaan di Bogor; ...

Solidaritas Bersama TTCU

Kami mengekspresikan solidaritas kami melalui tuntutan yang telah dirumuskan oleh Tamil Nadu Textile and Common Labour Union (TTCU), sebuah serikat independent yang dipimpin oleh perempuan yang telah mengorganisir pekerja di Natchi Apparels dan memberikan dukungan terhadap keluarga korban.

PT. Inti Prima Rasa (Pemasok Roti Starbucks) Tidak Penuhi Hak-hak Buruh

Inti Prima Rasa sendiri telah berdiri sejak tahun 1996 dan kini memiliki 150 klien yang ada di 16 provinsi di Indonesia dengan total buruh (sebagian adalah buruh kontrak) sebanyak 700 orang. Sistem kontrak yang dijalankan oleh perusahaan juga bermasalah.

Kepala Daerah Berlomba Menerapkan Upah Murah Buruh Kembali Dikorbankan

Banyaknya perusahaan yang memindahkan pabriknya ke daerah dengan upah lebih rendah dan medatangkan investasi yang besar ke daerah adalah salah satu alasan Kepala Daerah “berjualan” upah murah.

PT. Abadi Plastik Puluhan Tahun Beroperasi, Puluhan Tahun Hak BUruh Dilanggar

PT Abadi Plastik berdiri sejak tahun 1974, memproduksi botol-botol plastik, meski sudah beroperasi puluhan tahun buruh dari pabrik yang  bertempat di Kawasan MM2100 Cibitung ini belum mendapatkan apa yang menjadi hak mereka.

Aksi Kolektif dan Buruh Perempuan Purwakarta Menolak Omnibus Law

“Sebenarnya ada banyak sekali tuntutan yang kami layangkan, salah satunya adalah hak-hak buruh perempuan. Saya mewakili buruh perempuan amat keberatan jika hak kami untuk cuti haid, cuti hamil sampai melahirkan dicabut begitu saja. Itu sama saja dengan penjajahan, tidak ada Indonesia merdeka.” jelas Fitri.