Solidaritas untuk Rakyat Iran

Amerika-Israel Hentikan Perang terhadap Iran Sekarang Juga!

Tidak Ada Kemerdekaan Perempuan dibawah Bom Amerika Serikat!

Perempuan Mahardhika, mengecam agresi militer Amerika Serikat – Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari yang dalam 5 hari menyebabkan jumlah korban tewas di Iran telah meningkat menjadi 1045 menurut otoritas lokal, karena AS dan Israel melanjutkan pemboman intensif di seluruh negeri dan menyebabkan krisis politik dan kemanusiaan tidak hanya dI Iran tetapi juga meluas ke Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab, Yordania, Irak, dan Lebanon. Ribuan manusia terancam nyawanya termasuk buruh migran Indonesia di mana mayoritasnya adalah perempuan.

Serangan Amerika-Israel terhadap Iran adalah tindakan yang merendahkan hukum internasional dan kemerdekaan sebuah bangsa serta melanggar hak hidup manusia. Alasan Trump melakukan serangan adalah untuk kebebasan rakyat Iran bukan alasan sebenarnya dan tidak dapat diterima, ini bukan tentang kebebasan dan kehidupan tetapi tentang kolonialisasi terhadap sebuah bangsa, sama seperti yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Palestina, Ukraina, Venezuela, Kuba, Iraq, dan Afganistan. Ini adalah upaya Amerika untuk menguasai sumber daya alam: minyak

Dari kami, Perempuan Mahardhika untuk Rakyat Iran.

Kami menegaskan bahwa setiap bangsa memiliki hak menentukan nasib sendiri tanpa pengecualian. Rakyat Iran telah berjuang untuk waktu yang sangat panjang melawan rezim yang anti demokrasi dan hak- hak perempuan. Perempuan-perempuan Iran berada digaris depan dalam gerakan ini dengan slogan perjuangan “Perempuan, Kemerdekaan dan Kehidupan” pada tahun 2022. Dalam sejarahnya perempuan Iran selalu berjuang melawan kolonialisme dan memperjuangkan hak-hak mereka sendiri. Demikian halnya dengan gerakan buruh,khususnya sektor minyak, yang melakukan pemogokan untuk menuntut kesejahteraan. Gerakan mahasiswa dan organisasi lainnya melakukan pemberontakan melawan rezim yang berkuasa pada bulan Februari setelah rezim Iran membantai ribuan orang.

Hak-hak perempuan telah direnggut oleh bom Amerika-Israel, perempuan kehilangan hak hidup, anak, pasangan, orang tua, keluarga dan orang-orang yang dicintai. Perang imperialis adalah wajah patriarki di mana penguasaan senjata dan militerisasi telah menghancurkan tubuh dan hidup perempuan. Hanya Rakyat Iranlah yang berhak untuk melawan rezim Iran.

Menurut kami, Pemerintah Indonesia harus memiliki sikap tegas dalam pembelaan terhadap hak asasi manusia dan kedaulatan sebuah bangsa. Oleh karena itu kami menuntut kepada pemerintahan Prabowo:

  1. Keluar dari keanggotaan Board of Peace yang bentuk oleh Amerika Serikat dan Israel, yang mana kedua negara ini telah membunuh dengan kejam jutaan orang di Palestina dan Iran.
  2. Membatalkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement of Reciprocal Trade/ART) karena telah memberikan keleluasaan tanpa batas kepada Amerika Serikat untuk menguasai sumber Energi dan Mineral.
  3. Memprioritaskan untuk menyelamatkan warga Indonesia, khususnya buruh migran, yang terancam hidupnya dampak dari serangan Amerika- Israel terhadap Iran.

Perempuan Mahardhika memberikan dukungan penuh kepada setiap perjuangan melawan imperialisme, melawan tirani, hak untuk menentukan nasib sendiri dan perjuangan untuk pembebasan perempuan di Iran.

Kami juga menyampaikan duka yang mendalam atas terbunuhnya pejuang perempuan Irak Yanar Mohammed pada tanggal 2 Maret 2026 dalam serangan bersenjata didepan rumahnya di Baghdad Utara. Yanar adalah pembela hak asasi manusia dan pejuang hak perempuan sekaligus pendiri Organisasi Kemerdekaan Perempuan di Irak.

 

Hentikan perang Amerika-Israel terhadap Iran!

Kemerdekaan adalah Hak Setiap Bangsa!

 

Jakarta, 5 Maret 2026

Komite Nasional Perempuan Mahardhika

Perempuan Mahardhika

Comments

wave
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Press ESC to close