Sugiarti

Kami bukan lagi

Bunga pajangan

Yang layu dalam jambangan

Cantik dalam menurut

Indah dalam menyerah

 

Molek tidak menentang

Ke neraka mesti ngikut

Ke sorga hanya menumpang

 

Sugiarti Siswadi merupakan orang yang penting dalam tubuh Lekra. Ia terpilih menjadi anggota Pimpinan Pusat Lekra saat Kongres I Lekra pada tahun 1959 di Solo. Ia sejajar dengan tokoh-tokoh penting lainnya dalam Lekra. Ia tidak hanya aktif dalam gerekan politik kebudayaan, tetapi juga sangat produktif dalam berkarya.

Karya-karyanya sering muncul di media massa, terutama Harian Rakjat. Selain itu, ia juga aktif dalam penerbitan majalah Api Kartini. Aktivitas Sugiarti Siswadi di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) menjadi alasan utama jejaknya dihapus oleh Orba. Biografinya sangat sulit untuk ditelusuri. Karya-karyanya ditutup rapat, dan dilarang untuk dibaca, bahkan satu-satunya buku yang pernah diterbitkan atas namanya dengan judul Sorga di Bumi, dilarang oleh dua lembaga sekaligus. Namanya sering kali disebut sebagai pengarang perempuan Indonesia. Tapi biografinya tidak pernah disebutkan. Ia juga tidak pernah dimasukkan ke dalam angkatan sastra manapun.

Menurut teman-temanya, ia adalah sosok yang unik. Ia merupakan sastrawan Lekra yang sangat produktif. Bahkan, ia lebih produktif dari sastrawan laki-laki pada masanya. Tahun 1957-1965, ada sekitar 22 karya Sugiarti yang bertebaran di Koran, majalah, maupun dalam bentuk antologi.

Sugiarti banyak menulis tema seputar perempuan seperti peranan perempuan dalam perjuangan rakyat dan melawan dominasi patriarki.

 

 

Sumber:

 

Sastrawan Damaira Korban ‘65, Siapa Dia?

Penulis Perempuan yang Terselip | Anindita S. Thayf

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *