SK Trimurti

S.K Trimurti : Pejuang Perempuan Indonesia

“Kami adalah angkatan yang harus punah, agar dari kubur kami tumbuh angkatan wanita-wanita yang lebih megah”

Sejarah perjuangan kaum perempuan dalam penulisan sejarah di Indonesia agak terpinggirkan. Dengan kata lain, tulisan sejarah di Indonesia bisa dikatakan masih bersifat male domain, dimana laki-laki selalu menjadi tokoh utama dan perempuan sebagai pemeran pembantu. Tulisan ini bermaksud untuk mengangkat salah satu tokoh perempuan yang terlibat langsung dalam arus perjuangan kemerdekaan Indonesia yaitu S.K. Trimurti yang bernama asli Surastri.

Surastri Karma Trimurti yang lahir di Kabupaten Boyolali11 Mei 1912 dan meninggal di Jakarta20 Mei 2008 pada umur 96 tahun yang dikenal sebagai S.K.Trimuti, adalah wartawanpenulis dan guru. Dia kemudian menjabat sebagai menteri tenaga kerja pertama di Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948. Dia pernah menempuh pendidikan di Noormal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Dia menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia selama tahun 1930, secara resmi bergabung dengan nasionalis Partindo.

Rukun Wanita adalah organisasi perempuan pertama yang diikuti oleh S.K.Trimurti. Walaupun aktif di dunia politik, ia juga tak melewatkan aktif di organisasi wanita seperti KOWANI (Kongres Wanita Indonesia). S.K.Trimurti bertugas untuk menangani masalah yang berkenaan dengan pekerja perempuan. Puncak dari keikutsertaan S.K.Trimurti dalam organisasi perempuan adalah saat dirinya bersama dengan beberapa teman seperjuangan mendirikan organisasi wanita yang dinamakan Gerwis. Perjalanan Gerwis semakin mantap dengan pelaksanaan kongres pada tanggal 3 – 6 Juni 1950. Saat nama organisasi masih Gerwis, mereka konsisten untuk tidak berpihak pada kepentingan salah satu agama, komunis, dan organisasi politik sehingga tidak memiliki kaitan dengan partai politik mana pun. Namun sejalan dengan perubahan nama Gerwis yang berubah menjadi Gerwani ternyata cenderung pada salah satu partai politik pada pemilu 1955 yaitu PKI. Pada tahun 1966 S.K.Trimurti didaulat menjadi Ketua V bidang Ekubang (Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan) di lembaga DHN (Dewan Harian Nasional) Angkatan 45 pada kongresnya di Surabaya.

Pada masa pembersihan MPR dari unsur-unsur PKI, dibentuklah MPRS yang berlaku sampai pemilu diadakan. S.K.Trimurti dipercaya untuk duduk di MPRS. Setelah itu S.K.Trimurti banyak menyibukkan diri pada YTKI (Yayasan Tenaga Kerja Indonesia) sebagai Dewan Pimpinan. Kegiatan YTKI lebih banyak pada kursus, pendidikan, lokakarya dan seminar tentang tenaga kerja Indonesia. Sebelum meninggal SK.Trimurti menerima beberapa penghargaan dari pemerintah Indonesia yaitu Satya Lencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan (1961), Bintang Mahaputra Tingkat V (1961), Satya Lencana Perintis Pergerakan Kemerdekaan (1965), Anugrah Adam Malik Bidang Sastra (1989) dan Tetua Wartawan dari PWI Pusat dalam rangka hari pers nasional (1999).

http://journal.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya/article/view/5915 Di akses pada tanggal 28 Januari 2019 pukul 11.33

https://id.wikipedia.org/wiki/S.K._Trimurti Di akses pada tanggal 28 Januari 2019 pukul 11.34

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *