Saparinah Sadli

“Tantangan terberat adalah memberi pengertian kepada berbagai pihak bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah criminal dan pelanggaran terhadap HAM.”

Saparinah Sadli lahir di Tegalsari, 24 Agustus 1926. Saparinah Sadli memulai karir di bidang akademik di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pada tahun 1990 ia mendirikan dan memimpin Program Studi Kajian Wanita di Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Ia adalah tokoh kunci yang menggerakan anggota masyarakat untuk menuntut negara menuntaskan penyelidikan mengenai kekerasan seksual yang terjadi dalam tragedi kerusuhan Mei 1998. Tuntutan kelompok masyarakat ini berhasil mendorong Presiden saat itu, BJ Habibie, untuk mengeluarkan Keputusan Presiden menetapkan didirikannya Komnas Perempuan.

Saparinah mendapatkan penghargaan di bidang penelitian bernama Roosseno Award pada Juli 2017. Roosseno Award adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada perseorangan atas jasa mereka yang telah melakukan penelitian yang memberikan dampak positif yang luar biasa di Indonesia. Saparinah dianggap layak menerima penghargaan ini karena dirinya merupakan tokoh perempuan yang memperjuang hak-hak perempuan dan kesetaraan gender.

Selain itu para sahabat dan rekan-rekan Saparinah Sadli dalam rangka merayakan hari ulang tahun Saparinah Sadli yang ke 76 tahun 2002 membuat penghargaan dua tahunan dengan nama Anugerah Saparinah Sadli yang bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat. Berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan ketidakadilan gender di Indonesia. Anugerah ini terinspirasi oleh sosok Saparinah Sadli yang  menjadi pegiat keadilan gender yang gigih dan konsisten, dalam berbagai aktivitas yang dilakukannya dalam upaya mencapai kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

Referensi :

http://saparinahsadli.org/ Di akses pada tanggal 24 Januari 2019 Pukul 14.13

Jurnal Perempuan, No. 48, 2006 Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.
Mereka yang di Atas Persoalan, Kumpulan Profil dan Wawancara Jurnal Perempuan. 2013. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Studi Wanita:  Pengembangan dan Tantangannya” dalam StriJurnal Studi Wanita Vol. 1 No. 1, Januari 2002.

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *