Lies Marcoes

Jika Suara Perempuan Didengar Maka Hidup Akan Lebih Baik

Lies Marcoes lahir di Ciamis, Jawa Barat pada tanggal 17 Februari 1958 adalah seorang ahli dalam kajian islam dan gender. Lies adalah lulusan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta jurusan Perbandingan Agama yang meneruskan studi dan memperoleh gelar masternya pada bidang Antropologi Kesehatan dari Universitas Amsterdam, Belanda. Lies merupakan aktivis feminis muslim Indonesia dan penekun bidang Antropologi Medis. Saat ini Lies aktif menjabat sebagai Direktur Yayasan Rumah Kita Bersama (disingkat Rumah KitaB). Yayasan Rumah Kita Bersama adalah lembaga riset non pemerintah untuk advokasi kebijakan guna memperjuangkan hak-hak kaum marjinal akibat pandangan sosial keagamaan yang diskriminatif.

Ia disebut sebagai salah satu ahli Indonesia di bidang gender dan islam. Lies berperan merintis gerakan kesetaraan gender dengan menjembatani perbedaan antara feminis muslim dan sekuler. Lies menjembatani jurang antara muslim dan feminis sekuler serta mendorong seluruh feminis untuk bekerjasama dengan islam dalam mempromosikan kesetaraan gender. Lies merupakan fasilitator feminis handal dan melalui keahliannya tersebut telah banyak berkontribusi dalam perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan dalam islam.

Menurut Lies, perempuan dan islam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ia mengatakan bahwa Islam yang tumbuh di dalam tradisi budaya Indonesia berbeda dengan Islam di wilayah lain seperti Afrika atau Afghanistan. Menurutnya, islam di Indonesia tumbuh dalam dua keping lahan. Satu, perlawanan terhadap kolonialisme yang islamnya menjadi islam kiri karena perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan. Nah yang kedua, Kebudayaan Indonesia walaupun dari masyarakat agraris, pedagang, dan kelas yang dipengaruhi oleh kolonialisme jadi elite sekuler, itu memberi ruang bagus pada perempuan dibandingkan di wilayah islam lainnya. Tapi, tak dapat dipungkiri bahwa agama kerap menjadi pembenaran tindakan kekerasan pada perempuan. Selain itu, posisi mereka terkadang terpinggirkan ketika berhadapan dengan agama karena perempuan kemudian menjadi elemen yang dikontestasikan sebagai bagian dari demokrasi dan dukungan politik.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Lies_Marcoes Di akses pada tanggal 24 Januari pukul 14.53

https://tirto.id/lies-marcoes-aktivis-perempuan-islam-yang-peduli-kesetaraan-gender-cL45 Di akses pada tanggal 24 Januari pukul 14.53

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *