Clara Zetkin

Hari Perempuan Internasional yang selalu diperingati pada 8 Maret bermula pada keputusan Konferensi Perempuan Sosialis II di Kopenhagen 1910. Dengan mengambil inspirasi dari gerakan protes buruh garmen di New York pada 1857 dan 1908, hari tersebut ditetapkan dan tuntutan hak pilih untuk semua digunakan sebagai simbol perjuangan. Pertama kali dirayakan pada 8 Maret 1911. Sosok perempuan yang mempelopori gerakan perempuan internasional tersebut tidak lain adalah Clara Zetkin.

Ia dikenal sebagai sosok perempuan sosialis yang teguh memperjuangkan adanya ruang khusus perempuan di dalam organisasi pergerakan sebagai respon terhadap hambatan-hambatan khusus yang mendiskriminasi perempuan. Sehingga diskusi khusus perempuan dan organisasi itu sendiri menjadi dua hal yang mampu mewujudkan kepercayaan diri dan dorongan bagi mereka untuk lebih aktif secara politik.

Clara Zetkin (1857 – 1993) adalah seorang aktivis dan teoritikus Marxis Jerman seperti teman dekatnya Rosa Luxemburg. Pertama aktif dalam Partai Sosial Demokrat – Jerman, kemudian USPD (Independent Social Democratic Party of Germany) dan Spartacus League yang kemudian menjadi Partai Komunis Jerman (KPD).

Dia sangat terlibat dalam pekerjaan untuk hak perempuan, mengedit dari 1891 hingga 1917 surat kabar Die Arbeiterin atau Perempuan Pekerja, yang mengubah namanya pada tahun 1892 menjadi Die Gleichheit atau Kesetaraan. Pada tahun 1910, ia menyerukan pembentukan Hari Perempuan Internasional, yang pertama dirayakan pada tanggal 8 Maret 1911.

Referensi :

Cinzia Arruzza, The Dangerous Liaisons : The Marriages and Divorces of Marxism and Feminism. UK : Merlin Press Ltd (2013)

https://historia.id/persona/articles/ibu-besar-revolusi-6ml0P

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *