Cheris Kramarae

Cheris Kramarae merupakan perempuan kelahiran 10 Maret 1938 di Brookings, Dakota Selatan, Amerika. Ia merupakan seorang akademisi di bidang studi dan komunikasi perempuan, dengan penelitiannya terutama yang berfokus pada gender, bahasa dan komunikasi, teknologi serta pendidikan.

Kramarae merupakan co-editor dari Routledge International Encyclopedia of Woman: Isu dan Pengetahuan Perempuan Global, dan profesor di University of Illinois di Urbana-Champaign, serta merupakan profesor tamu di Center untuk Studi Perempuan dalam Masyarakat di University of Oregon

Dia menulis banyak sekali tentang perempuan. Dia juga merupakan penulis Woman and Man Speaking; editor Teknologi dan Suara Perempuan; dan co-editor Tantangan Feminise di Era Informasi; Perempuan, Teknologi Informasi dan Beasiswa; Ledakan Informasi; Tantangan Feminisme di Era Informasi; Revolusi dalam Kata-kata: Meluruskan Perempuan 1860-1871; Pers Radikal tahun 1850-an, Kamus Feminis.

Cheris pernah mengatakan bahwa bahasa adalah kontruksi laki-laki. Menurutnya, bahasa dalam budaya tertentu tidak memperlakukan setiap orang dengan setara, dan tidak semua orang berkontribusi secara berimbang terhadap penciptaan bahasa tersebut. Perempuan dan kelompoknya, tidak bebas memiliki akses yang luas disbanding laki-laki dalam mengekspresikan apa yang mereka inginkan, kapan, dan di mana mereka mengiginkannya, karena kata-kata dan norma-norma yang digunakan pada dasarnya dibentuk  oleh kelompok dominan, yaitu laki-laki.

Menurut Kramarae dan para Teorisi Feminisme lainnya, perempuan sering kali tidak diperhitungkan dalam masyarakat. Pemikiran perempuan tidak dinilai sama sekali. Dan  ketika kaum perempuan mencoba menyuarakan ketidaksetaraan ini, kontrol komunikasi yang dikuasi oleh paham maskulin cenderung tidak menguntungkan para perempuan. Dan bahasa yang diciptakan oleh laki-laki “diciptakan dengan berpretensi, tidak menghargai dan meniadakan kaum perempuan”. Oleh karenanya, perempuan menjadi kelompok yang terbungkam (muted group). Ide bahwa perempuan adalah kaum yang terbungkam pertama kali diutarakan oleh Edwin Ardener. Menurutnya, dalam banyak kajian budaya posisi dan suara kaum perempuan tidak dituliskan dalam budaya tersebut. Sehingga, kemudian disadari bahwa keterbungkaman kaum perempuan adalah karena rendahnya atau sedikitnya kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki oleh mereka dalam hierarki kelompok mereka

 

Sumber:

https://yearrypanji.wordpress.com/2008/05/12/muted-group-theory

https://www.goodreads.com/author/show/83683.Cheris_Kramarae

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *