1. Masalah: Meningkatnya Kadar Karbondioksida di Atmosfir

Kadar CO2 memang telah meningkat sejak revolusi industri silam dan untuk pertama kalinya dalam 4 juta tahun ke belekang, CO2 sekarang berada pada level tertinggi. Peningkatan ini bahkan lebih mengkhawatirkan, tercepat selama 66 juta tahun, dimana para ilmuan mengatakan bahwa dunia sedang berada dalam “wilayah yang tidak terpetakan”.

 

  1. Penyebab: Pembakaran Sisa-Sisa Fosil

Milyaran ton karbondioksida yang dikirim ke atmosphere setiap tahunnya berasal dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas. Yang kita butuhkan saat ini ialah penurunan emisi-emisi tersebut dengan cepat. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda hal itu akan terjadi.

  1. Penyebab: Perusakan Hutan

Penebangan hutan untuk memproduksi kayu, ternak, dan minyak kelapa sawit merupakan faktor terbesar penyumbang emisi karbon. Penebangan hutan juga menjadi faktor utama penyebab pemusnahan satwa liar di bumi.

 

  1. Dampak: Meningkatnya Suhu Global

Dua abad lalu rata-rata suhu planet sangat stabil, tapi kemudian meningkat tajam sejak perang dunia kedua, seiring meningkatnya konsumsi dan populasi manusia di dunia. Pemanasan global ditandai dengan adanya kelebihan energi di atmosphere, yang membuat iklim berlajan sangat ekstrim dan intens.

 

  1. Dampak: Melehnya Es di Greenland

Greenland telah kehilangan hampir 4 triliun ton es sejak 2002. Pegunungan yang membentang dari Himalaya sampai Andes hingga Alpen juga kehilngan es dengan cepat karena gletser yang menyusut. Sepertiga Es di Himalaya dan Hindu Kush dinyatakan sudah hancur.

.

 

  1. Dampak: Peningkatan permukaan laut

Permukaan laut meningkat seiring banyaknya es di daratan yang cair. Permukaan laut sangat lamban merespon pemanasan global, sehingga jika ada kenaikan suhu sebesar 2 derajat celcius, satu dari lima orang di dunia akan melihat kota-kota mereka mulai tenggelam, baik mereka yang tinggal di New York, London, ataupun Shanghai.

 

 

 

  1. Dampak: Penyusutan Es di Lautan Antartika

Salah satu contoh siklus ganas dari sistem perubahan iklim adalah: (1) pemanasan global menyebabkan es mencair, (2) es yang mencair membuat laut semakin dalam dan gelap, (3) warna laut yang gelap akan lebih banyak menyerap panas matahari, (4) menyebabkan suhu meningkat berkali-kali lipat. Para ilmuan mengemukakan bahwa perubahan iklim yang terjadi di Antartika dapat menyebabkan gelombang panas dan banjir yang buruk di wilayah Eurasia dan Amerika Utara.

 

  1. Sisi baik: Energi Angin dan Matahari Melonjak

Energi daur ulang akan sangat murah di berbagai tempat dan diproyeksikan terus berlanjut. Para analist juga melihat bahwa penggunaan batu bara akan menurun drastis. Tapi hal ini harus diiringi dengan kebijakan pemerintah untuk memecahkan masalah-masalah seperti penerbangan dan pertanian.

 

  1. Sisi baik: Kendaran Listrik

Jumlah kendaraan listrik seperti, mobil dan van, masih sangat sedikit dibandingkan kendaraan yang berbahan bakar fosil. Tapi penjualan kendaraan listrik bertumbuh sangat pesat. Kendaran listrik memiliki biaya yang lebih rendah, sehingga penggunaannya diramalkan akan jadi lebih masif dan umum.

 

  1. Sisi Baik: Biaya Baterai

Energi daur ulang bersifat terputus-putus, tergantung pada kapan matahari bersinar atau angin berhembus. Maka, tempat penyimpanan (storage) menjadi hal yang vital dan angka biaya baterai menurun tiap tahunnya. Tapi teknologi lain, seperti penghasil hidrogen, masih akan tetap dibutuhkan.

 

 

Diterjemahkan bebas oleh: Astried Permata
https://www.theguardian.com/environment/2019/sep/20/the-climate-crisis-explained-in-10-charts
credit picture: Tommy Apriando/ Mongabay Indonesia